Kamis, 17 Januari 2008

Anakku yang lucu

Anak-anak dimana pun selalu lucu. Orangtua dimana pun selalu bangga dengan anaknya dan ingin selalu bercerita tentang anaknya. Tak terkecuali, aku.

(1) Mempersilahkan Duduk
Seminggu yang lalu, Pak Mijo – salah satu rekan kerja ibu mertuaku – bertamu ke rumah kami. Di teras rumah, anakku sedang bermain dengan teman-temannya. Melihat ada tamu datang ia langsung menghampiri dan bertanya, ”Mau ke siapa? Mau ketemu Apa atau Mamah?”
”Ke Mamah. Ada?”
”Ada.” Jawab anakku. ”Silahkan duduk. Mau di mana? Di sini, boleh. Di sana, juga boleh.” Sambil mempersilahkan anakku menunjuk dengan jempol ke arah kursi sebelah kiri dan kanan di ruang tamu rumah kami.
Setelah bertemu ibu mertuaku Pak Mijo menceritakan kejadian itu. ”Lucu” katanya. ”Anak usia kurang dari lima tahun sudah dapat menyambut tamu sedemikian, padahal, anak seusianya tidak.”

(2) ”Yayang, Bu Guru”, kata anakku
Usianya baru empat tahun. Ia sedang bermain di halaman sekolahnya. Dari dalam kelas terdengar guru bertanya kepada murid-muridnya, ”Siapa nama malaikat pemberi rezeki?”. Murid-murid terdiam lama. Tidak ada yang ingat siapa nama malaikat itu. Tiba-tiba, anakku berlari ke pintu sekolah dan berteriak, ”Yayang, Bu Guru!” Semua anak tersadar. Dan, semua berteriak menjawab, ”Oh..ya...Mikail, Bu.” Nama anakku memang Mikail, walaupun di rumah sering dipangging Yayang.

(3) Yah, buatkan surat izin buat Ibu Guru
Suatu malam, saat aku menemani anakku untuk tidur, anakku berkata, ”Yah, buatkan surat izin buat Ibu Guru. Besok, Yayang ga mau pergi sekolah.” Aku tertawa mendengarnya. Bagaimana tidak. Yang ia sebut ibu guru itu adalah ibunya sendiri alias istriku. Anakku sekolah di TK Al-Qur`an yang dikelola oleh istriku.

(4) Bunda cantik....
Waktu usianya tiga tahun, keingintahuannya akan hakikat sesuatu dapat merusak barang-barang yang ada di rumah. Saat seperti itu, sering membuat ibunya marah. Bagaimana tidak? Sepulang kerja, inginnya kita istirahat, kan? Duduk santai atau berbaring sekejap. Hal itu tidak didapatkan oleh istriku. Setiap pulang kerja, rumah berantakan. Anakku yang tidak tahu, bahwa ibunya kecapaian masih saja membuat ulah. Jelas istriku marah. Melihat gelagat ibunya mau marah, anakku segera memelukknya sambil merayu, ”Bunda cantik...tolong aku.” Ibunya tersenyum dan reda marahnya kalau sudah mendapat rayuan seperti itu. Namun, bila aku sendiri merayu seperti itu, saat dia marah, tidak mempan, Bro.

Tidak ada komentar: